Gemrecik hujan

 Terkadang keaadan memaksa diri kita untuk berdamai, tanpa di mengerti, tanpa ditanya, tanpa persiapan dan tanpa kemauan. Seperti datangnya Gemrecik hujan, datang tanpa adanya tanda dari langit yang gelap ataupun hembusan angin yang dingin, yang akan memberi kabar datangnya tetesan hujan. Seperti itulah keadaan, Datang tiba-tiba yang terkadang membawa luka, yahhh tidak semua keadaan membawa luka, terkadang mereka juga membawa tawa, menghiasi hari-hari yang membuat kita lupa akan luka lama. Tapi sayangnya luka sudah membekas, walaupun kita lupa tapi diingatkan dengan bekas yang ada. Sehingga saat kita sendiri, kita teringat dengan segala yang pernah ada dan segala yang pernah terjadi. SENDIRI adalah berat, sendiri adalah sulit, sendiri adalah menyakitkan, dan sendiri adalah kerapuhan....tidak mudah memang tapi itulah keadaan yang terkadang menjumpai hidup. Lantas bagaimanakah kita saat dijumpainya ? Bisakah kita menghindar, bisakah kita bertukar dengan kawan, bisakah kita tunda ? Bisakah bernegosiasi agar mereka tidak menghampiri? Sayangnya tidak, mereka akan tetap datang dan menghampiri jika memang saat itu mereka harus datang, tidak bisa kita tunda atau mencegahnya. Saat semua itu terjadi, kamu tidak perlu pura-pura kuat, pura-pura mampu menyambutnya, pura-pura baik-baik saja. Menangislah sampai hatimu lega, berteriak lah sampai kau puas, lepaskan beban yang kau rasa... Setelah itu berbicara lah dengan dirimu, yakinkan bahwa semua akan sama seperti dulu,,, terlewati dan terlupakan ,,, sehingga yang kau dapatkan hanyalah sebuah pembelajaran tentang pendewasaan. Jadikanlah pengalaman yang terjadi pada hidupmu, sebagai pembelajaran bagaimana kamu bersikap dan bagaimana kamu bertindak kepada orang lain, dan kepada masa depanmu.

Karena sikapmu sekarang menentukan masa depanmu, so hidupkan hidup kalian. #SFN

Comments